banner 728x250

Penanggalan Naskah Asli Proklamasi Kemerdekaan di Tulis 17 08 05, Ada Apakah?

  • Bagikan
banner 468x60

Chakpedia – Naskah asli Proklamasi,  Beberapa hari yang lalu kita telah merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76. Disambut dengan bahagia dan haru, bahwa hingga saat ini Indonesia telah terbebas dari penjajahan oleh negara lain.

Disetiap perayaan 17 Agustus selalu diawali dengan perayaan Upacara Kemerdekaan di Istana Merdeka dan disetiap wilayah daerah Indonesia.

Disetiap kali upacara Kemerdekaan tak lupa juga ada pembacaan Teks Proklamasi yang ditulis oleh Presiden pertama republik Indonesia Ir. Soekarno atau biasa disapa Bung Karno. Namun pembacaan teks Naskah Proklamasi  tersebut dihadirkan merupakan salinan yang sudah diketik ulang.

Mungkin sebagian kita tak terlalu memperhatikan Naskah Asli Teks Proklamasi yang di tulis oleh Bung Karno, ternyata didalam teks Proklamasi tersebut ada keunikan dalam penulisannya,  diantaranya dalam penulisan tanggal yaitu tertulis 17 08 05 seharusnya dalam penulisannya ialah 17 08 45.

Naskah Proklamasi  di Tulis 17 08 05, Apakah Salah dalam penulisannya ?

Dalam penulisan di naskah asli Teks Proklamasi tertulis 17 08 05 seharusnya adalah 17 08 45. Apakah salah dalam penulisan?  Yuuuk cari tau !!!

Dikutip dari perpustakaan Bung Karno atau dapat diakses di laman perpusbungkarno.perpusnas.go.id Pada 1945, Indonesia dibawah kependudukan Jepang.

Saat itu Indonesia menggunakan tahun Jepang, yaitu sistem kalender Jimmu. Jimmu adalah Kaisar Jepang yang naik tahta pada tahun 660. Tahun 1 kalender Jimmu lebih awal 660 tahun daripada  tahun Masehi (kalender Gregorian), sehingga tahun Jepang berdasarkan kalender Jimmu dihitung dengan menambahkan  660 pada angka tahun tahun Masehi. Tahun 1945 kalender Gregorian sama dengan tahun 2605 kalender Jimmu.

Naskah Asli Proklamasi

Naskah Asli Teks Proklamasi

Sebelumnya, naskah tesk Proklamasi tulisan Bung Karno semoat dibuang pada keranjang sampah karena tidak diperlukan lagi. Dikarenakan sudah diketik ulang  menggubakan mesin ketik oleh Sayoeti Melik.

Untungnya naskah proklamasi tersebut di ambil dan disimpan oleh Burhanuddin Mohammad Diah (BM Diah), sebagai arsip dokumen pribadi setelah dilakukan rapat perumusan naskah proklamasi berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945.

Kemudian BM Diah menyerahkan naskah teks proklamasi dijaman kepemimpinan presiden Soeharto pada tahun 1995. Ditahun yang sama naskah proklamasi tersebut disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia hingga saat ini.

Dan pada kesempatan kali ini di hari Kemerdekaan Indonesia ke 76, Naskah Asli Teks Proklamasi di hadirkan dan dibacakan pada saat Upacara Kemerdekaan Berlangsung.

Ketua DPR Puan Maharani terpilih menjadi pembaca teks Proklamasi dalam peringatan HUT RI ke 76 di Istana Merdeka. Puan Maharani, pada saat itu terlihat memakai busana adat, dan membacakan teks Proklamasi. Peringatan detik-detik pembacaan teks Proklamasi yang diawali dengan dibunyikannya sirene.

  • Bagikan