Pelaku Bom Bali 1, Umar Patek Kini Menghirup Udara Bebas

Umar Patek Bebas

Chakpedia – Siapa yang tak ingat dengan Umar Patek, Merupakan salah satu pelaku Bom Bali pada tahun 2002 yang menewaskan hingga 202 korban jiwa.  Kini pria tersebut telah menghirup udara bebas setelah mendapatkan Program Pembebasan Bersyarat (PB) dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Walaupun telah dinyatakan bebas bersyarat, Umar Patek harus mengikuti bimbingan di Badan Permasyarakatan (Bapas) Surabaya hingga 30 April 2030. Usai bebas namanya langsung ramai menjadi pembicaraan warganet di media sosial.

Rekam Jejak Umar Patek

Umar Patek Bebas

Umar Patek merupakan pria kelahiran tahun 1970 yang dimana dia adalah salah satu dari beberapa orang yang terlibat dalam peristiwa Bom Bali 1 pada tahun 2022. Umar Patek berperan sebagai peracik dan perakit bom bersama Dulmatin, Abdul Ghoni alias Umar alias Wayan, dan Sawad.

Umar Patek bersama rekan-rekannya meledakan bom di Sari Club dan Paddy’s Bar di Kuta Bali pada 12 Oktober 2002 silam, dalam kejadian tersebut sekitar 202 orang meninggal dunia, diantaranya 88 warga Australia dan 38 warga Indonesia.

Seorang peyintas mengaku sedih dan kecewa ketika mendengan pembebasan bersyarat narapidana kasus Bom Bali. Dia mengatakan bahwa mantan komandan kelompok Jamaah Islamiyah tersebut berpotensi akan melakukan teror kembali.

Thiolina Marpaung mengatakan ” Membuat sedih adalah dia sebagai pelaku sudah bebas. Sementara saya sampai saat ini masih harus menanggung luka seumur hidup. Luka saya tak akan sembuh, dua bola mata saya cedera. Lensa di bola mata kiri diganti, serta mata kanan saya juga diganti karena masuk kaca diotot mata yang putih. Lensa mata yang Tuhan kasih, diganti lensa dari transplantasi”.

Buronan Paling Dicari

Umar Patek Bebas

Setelah kejadian Bom Bali 1 yang terjadi pada tahun 2002 Umar Patek pun langsung menjadi buronan yang paling dicari. Kemampuan dalam merakit bom yang memiliki daya letak tinggi menjadikannya sebagai target utama dalam misi pencarian.

Bahkan Pemerintah Amerika Serikat bersedia memberikan hadia sebesar 1 juta dollar AS bagi siapa saja yang memberi informasi keberadaan Umar Patek. Kabar akhir mengatakan Umar Patek sempat bersembunyi di Mindanao, Filipina Selatan, setelah melarikan diri dari Indonesia.

Sempat dikabarkan bahwa Umar Patek juga bergabung dengan kelompok Abu Sayyaf pimpinan Khaddafy Janjalani yang dikenal dengan kelompok Al Qaeda di Filipina. Setelah bertahun-tahun menjadi buron, kemudian Umar Patek di tangkap di Pakistan pada tahun 2011.

Selanjutnya diterbangkan ke Indonesia dengan pesawat bersama Istrinya dan selanjutnya dibawa dan ditahan di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok. Polisi juga menahan istri Umar Patek yang merupakan kewarganegaraan Filipina.

Kepolisian juga menetapkan istri Umar Patek sebagai tersangka, karena telah memalsukan paspor yang digunakan untuk kePakistan bersama Umar Patek. Selanjutnya Umar Patek di pindahkan ke Lapas kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo.

Pernah Menjadi Instruktur Perakit Bom

Tidak hanya sampai disitu saja ternyata Umar Patek pernah menjadi komandan lapangan dan melatih Jamaah Islamiyah di Mindanao, Filipina. Selain itu dikatakn ia juga pernah menjadi instruktur perakitan bom handal.

Pernah mendengar nama Noordin M Top? Yaap teroris  yang pernah menghebohkan Tanah Air ini juga yang  menjadi incaran tim khusus Indonesia, dan berhasil dilumpukan Densus 88 pada tahun 2009, Beliau juga merupakan murid dari Umar Patek.

Bebas Bersyarat

Setelah kurang lebih 11 tahun mendekap di penjara, Umar Patek dinyatakan bebas bersyarat pada Rabu (7/12/2022). Saat mendapatkan remisi pada tahun ini. Patek menyatakan dirinya berencana akan menetap di Jawa Timur atau Jawa Tengah bersama istri dan Keluarganya dan akan memulai hidup baru.

Umar Patek juga berkominten penuh membantu pemerintah Indonesia akan terlibat dalam program deradikalisasi. Ia mengatakan ingin generasi muda sadar akan ancaman dan pemahaman terorisme.

“Saya berkomitmen membantu pemerintah dalam program deradikalisasi, baik kepada kaum milenial kalangan masyarakat atau akademisi, supaya mereka paham tentang bahaya terorisme dan bahaya pemahaman radikalisme”. Ucap Umar Patek di Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *