Pentingnya Imunisasi untuk Kesehatan Bayi agar Terhindar dari Penyakit Menular

Imunisasi

Chakpedia – Perlu diketahui bahwa bayi lebih rentan terserang penyakit dikarenakan kekebalan tubuh yang dimiliki masih lemah. Sehingga dalam mengatasi hal tersebut perlu adanya upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam jangka panjang, selain pemberian ASI ekslusif, bayi juga harus menerima imunisasi agar dapat meningkatkan imunitas pada tubuh bayi.

Imunisasi pada bayi berguna sebagai upaya dalam membentuk atibodi tubuh guna melindungi tubuh dari penyakit, hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi. Dengan dilakukan imunisasi ini menjadikan bayi tetap sehat. Semua bayi yang baru lahir maka diwajibkan untuk mendapatkan imunisasi berdasarkan umur bayi tersebut.

Jenis Imunisasi Wajib untuk Bayi

Penyakit menular selalu mengintai bayi telah ada pada zaman dahulu. Untuk menghentikan wabah tersebut diperlukan imunisasi untuk bayi. Imunisasi ini akan dilakukan sedari bayi hingga paling lama selama 2 tahun.

Disaat bayi baru lahir sebenarnya si bayi telah memiliki kekebalan tersendiri, namun hal tersebut bersifat sementara, untuk kekebalan tubuh dalam jangka maka diperlukan imunisasi agar risiko dapat dihindari.Berikut beberapa jenis imunisasi yang direkomendasikan.

  • Hepatitis B (HB)

Imunisasi pertama yang harus diberikan pada bayi ketika baru lahir adalah jenis vaksin hepatitis B. Pemberian vaksin ini diharuskan diberikan > 12 jam setelah bayi lahir. Selanjutnya dosis kedua dan ketiga dapat diberikan ketika bayi sudah memasuki usia 1 bulan dan 6 bulan. Dengan diberikan vaksin ini diharapkan sang bayi dapat terlindungi dari hepatitis B yang dapat menimbukan gangguan pada tubuh.

  • Polio

Vaksin polio sangatlah penting bagi bayi, yang berguna untuk mencegah jenis penyakit poliomielitis. pada vaksin polio ini sebenarnya terdapat dua jenis vaksin yang dimana ada yang tidak aktif melalui suntikan (IPV) dan melalui mulut (OPV). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan semua anak divaksinasi polio secara lengkap.

Pemberian vaksin polio ini dilakukan setelah bayi lahir dan pada dosis berikutnya dilakukan bayi ketika berusia 2, 3 dan 4 bulan. Apabila bayi sudah berusia 18 bulan, dapat diberi imunisasi polio lanjutan yang dimana untuk mendapatkan kekebalan tubuh yang sempurna.

  • BCG

Pemberian vaksin BCG disarankan ketika bayi belum berusia 3 bulan, Apabila bayi sudah melewati umur 3 bulan diharuskan melakukan uji tuberkulin. Jenis imunisasi ini akan melindungi bayi dari tuberkolosis atau biasanya kita kenal dengan TBC.

Tuberkolosis (TBC) merupakan infeksi serius yang dimana akan menyerang paru-paru atau bagian tubuh lainnya, seperti tulang, ginjal dan sendi. Apabila hal ini terus dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan yang baik akan menyebabkan meningis. Jenis imunisasi ini hanya dilakukan sekali seumur hidup.

  • DPT

Imunisasi ini DPT wajib diterima seluruh bayi yang baru lahir, imunisasi ini berguna untuk melindungi dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi ini lebih baik di berikan ketika bayi berusia 2 bulan dan imunisasi selanjutnya ketika bayi berusia 4 bulan, 6 bulan dan 18 bulan.

Imunisasi

Efek Samping Imunisasi

Berikut jenis imunisasi yang dianjurkan dan sifatnya wajib untuk para bayi yang baru lahir. Namun perlu diingat bagi para mommy setelah melakukan imunisasi sering terjadi efek samping ringan pada bayi. Seperti :

  • Demam ringan hingga tinggi
  • Bengkak di area suntikan
  • Kulit memerah
  • Bayi rewel

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau disingkat KIPI, pada umumnya KIPI ini akan hilang pada 3 – 4 hari tergantung pada kondisi bayi biasanya juga terkadang berlangsung lama. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan diberikan obat penurun panas, kompres air hangat.

Cara Mengatasi Bayi Rewel Setelah Imunisasi

Setelah bayi menerima imunisasi, bayi akan menjadi rewel akibat nyeri efek samping yang dialaminya, efek samping yang terjadi membuat bayi tidak nyaman hingga bayi tidak dapat beristirahat dengan tenang. Berikut ini beberapa cara dalam mengatasi bayi rewel pasca imunisasi:

  • Memeluk dan Menyusui si Bayi

Penelitian menemukan bahwa ada beberapa strategi yang baik dalam mengatasi bayi yang rewel pasca imunisasi yang memiliki sakit setelah disuntik. Langkah pertama dapat dilakukan dengan cara memangku dan memeluk, hal ini akan memberikan ketenangan pada si kecil. Bisa juga seperti memeberikan ASI/ Botol dot untuk si kecil sebagai pengalihan rasa sakit.

  • Mengusap Kulit Bekas Suntikan

Untuk mengatasi rewel pada bayi setelah imunisasi dapat dengan mengusap kulit bekas suntikan, bisa dengan handuk basah dengan air hangat hal tersebut bisa mengurangi nyeri atau bekas dari kemerahan bekas disuntik. Perlu diingat moms handuk yang digunakan harus bersih agar terhindar dari infeksi.

  • Menghibur dengan Bernyanyi

Terkadang hal ini terlihat sepele, namun dengan nyanyian dapat menghibur setelah bayi menjalankan imunisasi sehingga akan membuat hati sang bayi akan merasakan hal lebih baik. Nyanyian-nyanyian yang ceria dapat menghibur bayi sehingga membuatnya tertawa.

  • Menggendong dan Menimang Bayi

Bayi akan merasa sangat tenang dan nyaman ketika dalam pelukan ibu. Menggendong dan menimang bayi adalah hal cara ampuh dalam mengatasi bayi ketika rewel setelah imunisasi. Bayi akan merasakan nyaman ketika berada dipelukan ibu dan akan bisa tidur dengan nyenyak saat digendong oleh ibunya.

Agar kegiatan imunisasi berjalan dengan aman dan lancar, cara-cara tersebut bisa dilakukan oleh para moms. Mudah-mudahan artikel ini dapat membantu Moms dan Baby saat menjalani imunisasi. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.