Upaya Baru di Tengah Ketidakpercayaan Publik, Polri Meluncurkan Platform POLICETUBE

Policetube

Chakpedia – Di tengah sorotan tajam dan tantangan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, Polri meluncurkan sebuah langkah besar yang cukup mengejutkan: sebuah platform video digital bernama POLICETUBE. Diluncurkan oleh Divisi Humas Polri bersama PT Digital Unggul Gemilang, platform ini hadir sebagai kanal resmi untuk menyampaikan informasi, edukasi, dan dokumentasi kinerja aparat kepolisian secara langsung kepada masyarakat.

Dengan tagline “Polisi untuk Masyarakat”, POLICETUBE diharapkan bisa menjadi jembatan yang memperkuat transparansi dan menjawab berbagai pertanyaan publik atas tindakan aparat di lapangan. Namun di balik peluncuran ini, terselip harapan sekaligus kekhawatiran yang tidak bisa diabaikan.

Bacaan Lainnya

Apa Itu POLICETUBE?

POLICETUBE adalah platform video streaming resmi milik Polri yang bertujuan untuk:

  • Menyebarkan informasi dan prestasi kepolisian.
  • Memberikan edukasi hukum dan sosial kepada masyarakat.
  • Menyiarkan aktivitas operasional dan kegiatan sosial Polri.
  • Memberikan ruang untuk konten kreatif dari jajaran kepolisian.

Berbeda dari YouTube atau media sosial lainnya, POLICETUBE sepenuhnya dikendalikan dan dikembangkan oleh institusi negara, yang berarti seluruh kontennya bersifat eksklusif, resmi, dan mewakili suara institusi kepolisian.

Harapan: Menuju Polisi yang Lebih Terbuka

Di tengah menurunnya kepercayaan masyarakat pada aparat penegak hukum, POLICETUBE digagas sebagai alat transformasi digital platform ini Kurang lebih sama seperti Youtube. Lewat platform ini, masyarakat diharapkan bisa melihat sendiri kerja keras, pengorbanan, dan sisi manusiawi para anggota kepolisian. Harapannya, publik bisa lebih memahami bahwa di balik seragam itu, ada manusia yang bertugas melindungi dan mengayomi.

Bagi sebagian kalangan, langkah ini adalah upaya yang mulia—karena akhirnya Polri mencoba berbicara langsung kepada rakyatnya, tanpa perantara media yang kadang membingkai informasi secara berbeda.

Kritik dan Kekecewaan: Apakah Ini Solusi Nyata?

Sayangnya, tak semua pihak menyambut hangat kehadiran POLICETUBE.

Beberapa pengamat menilai langkah ini terlalu ambisius dan boros, terutama jika melihat banyaknya kanal komunikasi digital yang sudah tersedia, seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Mengapa harus membangun dari nol platform baru, ketika semua orang sudah aktif di media sosial yang lebih familiar?

Kritikus juga menyoroti ketidakjelasan fungsi transparansi. Apakah POLICETUBE akan benar-benar menunjukkan rekaman body cam atau operasi di lapangan secara utuh? Ataukah hanya sekadar menjadi kanal pencitraan semata?

Bagi rakyat yang pernah merasa dikecewakan oleh sistem hukum, platform ini mungkin terasa seperti jawaban yang terlalu telat. Bahkan tak sedikit yang mengungkapkan rasa sedih dan pesimis:

“Kami tak butuh platform baru. Kami butuh keadilan yang nyata, kepercayaan yang diperbaiki bukan melalui video editan.”

Jika Serius, Bisa Jadi Terobosan Penting

Meski demikian, jika dikelola secara profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab, POLICETUBE bisa jadi jawaban untuk membuka lembaran baru dalam hubungan antara polisi dan masyarakat. Platform ini bisa jadi sarana live streaming saat operasi, menayangkan konten edukatif, hingga dokumenter yang menggugah hati.

Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya platform, tapi komitmen.

POLICETUBE, Antara Inovasi dan Harapan yang Rapuh

Peluncuran POLICETUBE mencerminkan tekad Polri untuk ikut dalam arus digitalisasi. Tapi apakah ini cukup untuk memperbaiki hubungan yang telah lama retak antara rakyat dan aparat?

Harapan itu masih ada. Tapi dibutuhkan lebih dari sekadar video. Dibutuhkan kejujuran, perubahan nyata, dan bukti di lapangan.

Pos terkait