Chakpedia – Kubu Raya, Kalimantan Barat – Aksi cepat dan sigap dilakukan oleh Bupati Kubu Raya Bapak Sujiwo, saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Rasau Jaya. Di tengah panasnya siang hari dan asap tebal yang mulai menyelimuti kawasan permukiman, turun langsung ke lokasi untuk ikut memadamkan api bersama tim gabungan.
Langkah ini bukan hanya menjadi simbol kepemimpinan, tapi juga sinyal tegas kepada masyarakat dan aparat bahwa bencana karhutla harus ditangani dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana.
Karhutla Dekat Permukiman dan Bandara, Situasi Kian Genting
Karhutla di Rasau Jaya kali ini terjadi di kawasan yang sangat dekat dengan permukiman warga dan Bandara Internasional Supadio. Asap tebal tak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berisiko menghambat penerbangan dan membahayakan kesehatan.
Bupati Kubu Raya menegaskan bahwa penyebaran api harus segera dihentikan. “Kalau kita lambat, api akan menyebar lebih luas dan membahayakan lebih banyak orang,” ujar beliau di lokasi kejadian.
Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Bupati Sujiwo juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Dalam banyak kasus, api dari pembakaran lahan kecil bisa cepat menyebar dan menjadi tak terkendali akibat angin dan cuaca panas ekstrem.
“Kalau terus dibiarkan, kabut asap akan kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Anak-anak kita bisa sakit, ekonomi terganggu, dan aktivitas sekolah maupun penerbangan bisa lumpuh,” jelas Sujiwo.
TNI, Polri, dan Masyarakat Bersatu Padamkan Api
Aksi pemadaman ini melibatkan tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan dan masyarakat sekitar. Dengan alat seadanya, mereka menyemprotkan air dan membuat sekat bakar untuk mencegah meluasnya titik api.
Kapolres Kubu Raya pun turut hadir mendampingi di lokasi, menunjukkan kekompakan lintas sektor dalam menangani darurat bencana ini.
Ancaman Kabut Asap Jangan Dianggap Remeh
Karhutla bukan hanya bencana lingkungan, tapi juga bencana kesehatan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kabut asap dari kebakaran hutan bisa menyebabkan ribuan warga mengalami ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), terutama anak-anak dan lansia.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmen mereka untuk bertindak cepat dan keras dalam menghadapi karhutla. Mereka juga meminta warga ikut proaktif melaporkan titik api dan menjaga lingkungan.
Langkah Nyata Pemimpin di Tengah Bencana
Apa yang dilakukan oleh Bupati Kubu Raya bukan hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga contoh kepemimpinan di saat krisis. Turun langsung ke medan, berjibaku dengan api, mengedukasi masyarakat, dan membangun koordinasi lintas instansi semua dilakukan demi keselamatan bersama.
Tindakan ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang melihat langsung kerja keras para pemimpin mereka.
Jaga Alam, Selamatkan Generasi
Karhutla adalah musuh bersama. Dibutuhkan kesadaran kolektif dari masyarakat dan kekompakan dari pemerintah untuk mencegah bencana berulang. Langkah Bupati Kubu Raya yang turun langsung ke lokasi karhutla di Rasau Jaya bisa jadi inspirasi bagi daerah lain agar tak lagi menunda-nunda penanganan.
Karena menjaga alam, berarti juga menjaga masa depan anak cucu kita.







