Pontianak – Transformasi digital kini menjadi kebutuhan utama bagi dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas layanan, efektivitas pengelolaan data, hingga pengambilan keputusan berbasis informasi. Menjawab tantangan tersebut, UBSI kembali menunjukkan komitmennya melalui implementasi inovasi teknologi dengan menyerahkan Sistem Informasi Tracer Study Berbasis Web kepada SMAIT Al-Mumtaz Pontianak sebagai hasil penelitian dan pengabdian mahasiswa.
Kegiatan serah terima aplikasi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu menghasilkan solusi digital yang memberikan manfaat langsung bagi dunia pendidikan. Implementasi sistem tersebut merupakan bagian dari penelitian berjudul “Implementasi Sistem Informasi Tracer Study Berbasis Web pada SMAIT Al-Mumtaz Pontianak” yang dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UBSI.
Mengapa Sistem Tracer Study Penting bagi Sekolah?
Di era digital saat ini, sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang berkualitas, tetapi juga mampu memantau perkembangan para alumninya. Informasi mengenai jenjang pendidikan lanjutan, dunia kerja, hingga prestasi alumni menjadi indikator penting dalam mengevaluasi kualitas proses pembelajaran.
Sayangnya, masih banyak sekolah yang mengelola data alumni secara manual sehingga informasi sulit diperbarui, kurang terintegrasi, bahkan berpotensi hilang.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa UBSI menghadirkan sebuah solusi berupa Sistem Informasi Tracer Study Berbasis Web yang dirancang untuk memudahkan pihak sekolah dalam mengelola database alumni secara terpusat, cepat, aman, dan mudah diakses kapan saja.
Melalui sistem ini, pihak SMAIT Al-Mumtaz Pontianak dapat melakukan pendataan alumni secara lebih efektif sekaligus memperoleh informasi yang dapat dijadikan dasar dalam meningkatkan mutu pendidikan di masa mendatang.
Dikembangkan oleh Mahasiswa Kelompok “Borneo Istimewa”
Inovasi digital tersebut merupakan hasil kerja sama tim mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok “Borneo Istimewa”, yang terdiri dari:
- Rahmad Widyo Utomo
- Katon Aryo Wibowo
- Dedi Setia Susila
Ketiganya berhasil menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan menjadi sebuah aplikasi yang memiliki manfaat nyata bagi institusi pendidikan.
Dalam acara serah terima aplikasi, Dedi Setia Susila membuka kegiatan sekaligus menyampaikan bahwa sistem yang dikembangkan merupakan bentuk implementasi ilmu pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengelolaan data alumni di SMAIT Al-Mumtaz Pontianak. Selanjutnya, Katon Aryo Wibowo memperkenalkan berbagai fitur utama aplikasi melalui sesi demonstrasi secara langsung kepada pihak sekolah.
Terbuka terhadap Kritik dan Pengembangan Berkelanjutan
Menariknya, tim pengembang tidak berhenti hanya pada proses implementasi aplikasi. Mereka juga membuka ruang kolaborasi dengan pihak sekolah untuk terus menyempurnakan sistem agar semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Dalam sesi presentasi, Katon Aryo Wibowo menyampaikan bahwa aplikasi ini masih memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
“Tentunya dalam proses pengembangan, kami menyadari bahwa aplikasi ini masih memiliki ruang untuk terus disempurnakan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan masukan, kritik, dan saran dari Bapak/Ibu agar aplikasi ini dapat berkembang menjadi lebih baik dan semakin sesuai dengan kebutuhan pengguna.”
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat inovasi yang tidak berhenti pada penyelesaian proyek semata, melainkan terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia pendidikan yang dinamis.
Apresiasi dari SMAIT Al-Mumtaz Pontianak
Implementasi sistem informasi ini mendapatkan apresiasi positif dari Kepala SMAIT Al-Mumtaz Pontianak, Ust. Imam Wahyudi, M.Pd., Gr.
Beliau menilai bahwa keberadaan sistem informasi yang mudah diperbarui merupakan kebutuhan penting agar sekolah mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi.
Selain itu, Kepala Tata Usaha SMAIT Al-Mumtaz Pontianak, Rieka Dessy Diana, S.Sos., juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan data.
Menurutnya, seluruh data alumni harus tersimpan secara aman pada database sekolah sehingga kerahasiaan serta integritas informasi tetap terjaga. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam membangun sistem informasi yang profesional dan dapat dipercaya.
Kolaborasi yang Diharapkan Terus Berlanjut
Sebagai Ketua Kelompok “Borneo Istimewa”, Rahmad Widyo Utomo menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak SMAIT Al-Mumtaz Pontianak atas kepercayaan yang telah diberikan kepada tim mahasiswa.
Ia berharap kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada implementasi aplikasi tracer study saja, tetapi dapat berkembang menjadi berbagai bentuk kolaborasi lain yang mendukung kemajuan pendidikan berbasis teknologi.
Harapan tersebut sejalan dengan visi UBSI dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Langkah Nyata Menuju Digitalisasi Pendidikan
Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima aplikasi, penyerahan dokumentasi, serta sesi foto bersama sebagai simbol resmi dimulainya pemanfaatan sistem informasi tersebut oleh pihak sekolah.
Lebih dari sekadar penyerahan aplikasi, kegiatan ini menjadi representasi nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Bagi UBSI, implementasi ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di bangku kuliah dapat menghasilkan solusi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sementara bagi SMAIT Al-Mumtaz Pontianak, kehadiran Sistem Informasi Tracer Study Berbasis Web menjadi langkah strategis dalam membangun pengelolaan data alumni yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Saatnya Pendidikan Bertransformasi Bersama Teknologi
Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kolaborasi seperti yang dilakukan UBSI dan SMAIT Al-Mumtaz Pontianak menjadi contoh inspiratif bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Lantas, bagaimana menurut Anda? Apakah sudah saatnya seluruh sekolah di Indonesia memiliki sistem tracer study digital yang mampu menghubungkan alumni, sekolah, dan dunia pendidikan secara lebih efektif?
Dengan semakin banyaknya inovasi yang lahir dari kolaborasi akademisi dan institusi pendidikan, masa depan digitalisasi sekolah di Indonesia tentu semakin menjanjikan. Semoga langkah yang dilakukan UBSI bersama SMAIT Al-Mumtaz Pontianak dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi demi menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas.







