Chakpedia – Pemerintah Kota Pontianak membuka ruang bagi generasi muda untuk ikut ambil bagian dalam perayaan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak. Bukan sekadar menjadi penonton, para kreator lokal kini mendapat kesempatan untuk ikut merancang identitas visual yang akan mewakili wajah Kota Khatulistiwa.
Melalui Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak bersama Pontinesia, Pemkot Pontianak meluncurkan program Merancang Dua Lima Lima. Program tersebut menjadi open call bagi kreator muda yang memiliki kemampuan di bidang desain grafis, ilustrasi, penulisan maupun copywriting.
Merancang Logo Hari Jadi Pontianak dengan Sentuhan Anak Muda
Program Merancang Dua Lima Lima dirancang untuk mencari tim kreatif yang nantinya terlibat langsung dalam proses pembuatan logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.
Kehadiran program ini menjadi menarik karena konsep yang digunakan berbeda dengan sayembara logo terbuka berskala nasional yang pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya peserta lebih banyak berfokus mengirimkan karya, kali ini Pemkot Pontianak ingin menghadirkan proses yang lebih panjang. Peserta terpilih akan melewati tahap kurasi, workshop hingga mentoring bersama praktisi desain grafis.
Dengan pendekatan tersebut, program ini tidak hanya bertujuan mendapatkan sebuah logo yang menarik secara visual, tetapi sekaligus menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas kreator lokal.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Pontianak, Tirsa Elfira, menyampaikan bahwa Hari Jadi ke-255 merupakan momentum milik seluruh masyarakat. Karena itu, identitas visual yang digunakan diharapkan dapat lahir dari ide dan kreativitas anak muda Pontianak sendiri.
Logo Tidak Sekadar Bagus, tetapi Harus Punya Cerita
Dalam dunia desain, logo bukan hanya persoalan bentuk, warna, atau tipografi. Sebuah identitas visual yang kuat biasanya memiliki cerita yang mampu menggambarkan karakter dari sesuatu yang diwakilinya.
Hal inilah yang juga menjadi perhatian dalam perancangan logo Hari Jadi ke-255 Pontianak.
Pemkot Pontianak mendorong adanya kolaborasi antara kreator yang memiliki kemampuan desain grafis dengan mereka yang mempunyai kemampuan menulis. Kombinasi tersebut diharapkan menghasilkan identitas visual yang tidak hanya menarik ketika dilihat, tetapi juga memiliki narasi, filosofi dan pesan yang kuat.
Dengan kata lain, logo nantinya diharapkan mampu menceritakan Pontianak dari berbagai sisi. Mulai dari identitas sebagai Kota Khatulistiwa, perjalanan sejarah, kehidupan masyarakat, hingga gambaran Pontianak di masa depan.
Konsep semacam ini membuat proses kreatif menjadi lebih menantang. Para peserta tidak hanya dituntut mampu menggunakan software desain, tetapi juga perlu memahami bagaimana menerjemahkan karakter sebuah kota ke dalam bentuk visual yang sederhana dan mudah dikenali.
Kesempatan bagi Kreator Grafis, Ilustrator hingga Copywriter
Program Merancang Dua Lima Lima terbuka bagi berbagai talenta kreatif. Pemkot Pontianak menyebut beberapa bidang yang dibutuhkan, di antaranya desainer grafis, ilustrator, penulis dan copywriter.
Peserta nantinya mendaftar dalam bentuk tim yang terdiri dari dua sampai tiga orang. Setiap tim diharapkan memiliki kombinasi kemampuan desain dan kepenulisan yang dapat dibuktikan melalui portofolio.
Komposisi tersebut membuat program ini cukup menarik bagi komunitas kreatif, freelancer, mahasiswa, hingga anak muda Pontianak yang selama ini aktif mengerjakan proyek desain maupun konten digital.
Apalagi, peserta yang lolos tidak langsung dilepas untuk membuat logo. Mereka terlebih dahulu mendapatkan pembekalan melalui intensive workshop dan mentoring desain grafis.
Artinya, peserta juga memperoleh pengalaman belajar secara langsung dari praktisi. Pengalaman tersebut tentu bisa menjadi modal tambahan untuk mengembangkan portofolio dan karier di industri kreatif.
Pendaftaran Dibuka 10 hingga 18 Agustus 2026
Bagi kreator muda yang tertarik mengikuti program ini, pendaftaran Merancang Dua Lima Lima dibuka mulai 10 sampai 18 Agustus 2026.
Ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan. Peserta harus mendaftarkan diri dalam tim beranggotakan dua hingga tiga orang dan melampirkan portofolio sebagai bahan seleksi.
Ketua tim wajib merupakan warga Kota Pontianak yang dibuktikan dengan KTP. Sementara anggota tim dapat berasal dari warga yang berdomisili di Kota Pontianak dan wilayah sekitarnya.
Seleksi dilakukan berdasarkan kualitas portofolio. Karena itu, peserta sebaiknya mempersiapkan karya terbaik yang mampu menunjukkan kemampuan serta karakter kreatif masing-masing anggota tim.
Pendaftaran dan pengiriman portofolio dilakukan melalui tautan resmi yang disediakan penyelenggara. Informasi mengenai program dan pembaruan selanjutnya juga dapat dipantau melalui akun media sosial Pemkot Pontianak, Disporapar Pontianak dan Pontinesia.
Momentum Memperkuat Ekonomi Kreatif Pontianak
Lebih jauh, program ini bisa dilihat sebagai salah satu upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Pontianak.
Kreator muda saat ini tidak hanya berperan sebagai pembuat konten untuk media sosial. Mereka juga memiliki peluang besar untuk terlibat dalam branding daerah, kampanye publik, desain identitas, industri kreatif hingga pengembangan pariwisata.
Ketika pemerintah daerah memberikan ruang bagi talenta lokal untuk terlibat dalam proyek identitas kota, kesempatan tersebut dapat menjadi pengalaman profesional yang berharga.
Terlebih, logo Hari Jadi Kota Pontianak nantinya akan menjadi bagian dari berbagai materi komunikasi dan publikasi selama momentum perayaan berlangsung. Identitas visual tersebut diharapkan mampu menjadi simbol yang dekat dengan masyarakat.
Program Merancang Dua Lima Lima pun membawa pesan bahwa kreativitas anak muda lokal layak mendapatkan panggung.
Logo Hari Jadi ke-255 Diharapkan Mewakili Pontianak Masa Kini
Hari Jadi ke-255 bukan hanya tentang merayakan perjalanan panjang Kota Pontianak. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kota ini terus berkembang.
Karena itu, logo yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu menggambarkan Pontianak hari ini sekaligus visi Pontianak di masa depan.
Bagi para kreator, tantangan tersebut tentu menjadi kesempatan menarik. Mereka tidak hanya membuat sebuah desain untuk perayaan, tetapi ikut menyusun bagian dari cerita visual sebuah kota.
Jika berjalan sesuai harapan, program Merancang Dua Lima Lima dapat menjadi contoh bagaimana pemerintah dan komunitas kreatif dapat berkolaborasi dalam menghasilkan identitas daerah.
Pada akhirnya, sebuah logo mungkin hanya terlihat sebagai gambar sederhana. Namun di baliknya terdapat konsep, sejarah, karakter, pesan dan harapan yang ingin disampaikan.
Dan untuk Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak, cerita tersebut kini dibuka untuk dirancang bersama oleh tangan-tangan kreatif anak muda lokal.







