HUT Pontianak 255: 16 Tim Kreatif Bersaing Rancang Logo

HUT Pontianak 255

Chakpedia – Perayaan HUT Pontianak 255 mulai terasa berbeda. Bukan cuma soal seremoni, festival, atau berbagai kegiatan meriah yang biasanya menghiasi hari jadi kota. Tahun ini, kreativitas anak-anak muda Pontianak ikut mendapat panggung untuk menentukan seperti apa wajah visual Kota Khatulistiwa pada momentum spesial tersebut.

Sebanyak 16 tim kreatif kini bersiap menunjukkan karya terbaik mereka dalam perancangan logo Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak. Menariknya, ke-16 tim tersebut merupakan hasil seleksi dari 29 tim yang sebelumnya mendaftarkan diri.

Bacaan Lainnya

Ajang ini bukan sekadar lomba bikin logo. Di balik bentuk, warna, garis, dan tipografi yang nantinya muncul, ada misi untuk menghadirkan identitas Kota Pontianak yang terasa dekat dengan masyarakat.

HUT Pontianak 255 Libatkan Kreator Lokal

Perancangan logo HUT Pontianak 255 digagas Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), khususnya bidang ekonomi kreatif, bersama Pontinesia.

Sebelumnya, program “Merancang Dua Lima Lima” dibuka sebagai ruang bagi desainer grafis, ilustrator, penulis, copywriter, serta kreator muda untuk membentuk tim dan ikut merancang logo resmi hari jadi Kota Pontianak. Pendaftaran dibuka pada 10–18 Agustus 2026.

Ada hal menarik dalam proses seleksinya. Ketua tim peserta diwajibkan merupakan warga Kota Pontianak yang dibuktikan melalui KTP. Kebijakan ini dibuat agar logo yang lahir benar-benar punya hubungan kuat dengan kota dan masyarakatnya.

Jadi, bukan sekadar desain yang terlihat keren di layar. Logo tersebut diharapkan mampu membawa cerita tentang Pontianak, budaya lokal, sejarah, karakter masyarakat, hingga semangat kota di masa depan.

16 Tim Adu Kreativitas, Siapa yang Bakal Menang?

Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 16 tim dinyatakan lolos dan mengikuti Workshop Perancangan Logo di Hotel Star Pontianak pada 26 Agustus 2026.

Selama workshop, para peserta mendapatkan pendampingan mentor. Mereka tidak hanya ditantang menghasilkan desain yang menarik secara visual, tetapi juga dituntut mampu menerjemahkan gagasan mengenai Kota Pontianak ke dalam sebuah identitas visual yang kuat.

Dari 16 tim tersebut, nantinya akan dipilih lima karya terbaik sebagai finalis. Setelah itu, satu karya akan ditetapkan sebagai pemenang utama dan menjadi logo perancangan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.

Sementara empat finalis lainnya tetap mendapatkan apresiasi.

Dengan format seperti ini, persaingannya tentu menarik untuk diikuti. Sebab, yang dicari bukan hanya desain yang “bagus dilihat”, tetapi juga konsep yang punya cerita dan mampu mewakili identitas Pontianak.

Logo Bukan Sekadar Gambar

Ada alasan mengapa perancangan logo HUT Pontianak 255 mendapat perhatian cukup serius.

Kepala Disporapar Kota Pontianak, Rizal, menegaskan bahwa logo bukan sekadar gambar atau simbol. Logo merupakan identitas visual yang dapat merepresentasikan karakter, sejarah, budaya, nilai-nilai, serta semangat sebuah daerah.

Hal ini bisa dilihat dari pengalaman sebelumnya.

Tagline “Pontianak Bersahabat” yang digunakan pada Hari Jadi Pontianak ke-254 disebut masih melekat di masyarakat dan digunakan dalam berbagai kegiatan maupun media publikasi.

Artinya, sebuah identitas visual atau tagline yang kuat bisa memiliki umur yang jauh lebih panjang dibandingkan momentum perayaannya.

Inilah tantangan menarik bagi para kreator yang mengikuti lomba logo HUT Pontianak 255. Mereka harus mampu membuat sesuatu yang tidak hanya relevan untuk tahun 2026, tetapi juga punya daya ingat bagi masyarakat.

Mengangkat Identitas Kota Khatulistiwa

Pontianak punya banyak elemen yang bisa menjadi sumber inspirasi. Mulai dari Sungai Kapuas, Tugu Khatulistiwa, budaya Melayu, Dayak, Tionghoa, hingga kehidupan masyarakat urban yang terus berkembang.

Namun, tentu tidak cukup hanya mengambil ikon kota lalu memasukkannya ke dalam sebuah logo.

Kreator harus mampu mengolah berbagai elemen tersebut menjadi konsep yang sederhana, komunikatif, modern, dan mudah diingat.

Itulah sebabnya proses workshop menjadi bagian penting. Para peserta tidak hanya membuat desain, tetapi juga berdiskusi, bertukar ide, mendapatkan masukan, dan memperkaya pemahaman mengenai proses kreatif.

Disporapar berharap kegiatan tersebut bisa menjadi ruang pembinaan bagi para kreator lokal sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Kota Pontianak.

HUT Pontianak 255 Jadi Panggung Kreator Muda

Menariknya, konsep pelibatan kreator lokal ini bisa menjadi langkah baru dalam perayaan hari jadi Kota Pontianak.

Jika sebelumnya masyarakat lebih banyak menjadi penonton dalam berbagai kegiatan HUT kota, kini anak muda kreatif mendapat kesempatan untuk ikut menentukan identitas visual perayaan tersebut.

Ini tentu menjadi kabar positif bagi perkembangan industri kreatif lokal.

Bayangkan saja, karya yang dibuat oleh kreator Pontianak nantinya bisa tampil di berbagai media publikasi, spanduk, merchandise, media sosial, hingga berbagai kegiatan resmi selama momentum Hari Jadi ke-255 Pontianak.

Dengan kata lain, karya mereka berpotensi dilihat oleh masyarakat luas.

Bukan cuma soal memenangkan kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa kreator lokal punya kemampuan dan gagasan yang tidak kalah menarik.

Menunggu Logo Resmi Hari Jadi ke-255 Pontianak

Saat ini perhatian tentu tertuju pada 16 tim yang sedang berjuang menghasilkan konsep terbaik. Lima karya akan melaju sebagai finalis, sebelum akhirnya satu desain ditetapkan sebagai pemenang.

Yang paling menarik adalah melihat bagaimana para kreator menerjemahkan wajah Pontianak masa kini ke dalam sebuah logo.

Apakah akan mengangkat ikon tradisional? Menggunakan pendekatan minimalis? Membawa nuansa futuristik? Atau justru memadukan berbagai unsur budaya Pontianak dalam bentuk yang lebih modern?

Jawabannya tentu baru akan terlihat setelah proses kurasi selesai.

Yang jelas, HUT Pontianak 255 kali ini bukan hanya tentang bertambahnya usia Kota Pontianak. Ada cerita lain yang tak kalah menarik: bagaimana generasi kreatif lokal ikut mengambil bagian dalam merancang wajah kota mereka sendiri.

Dan dari 16 tim kreatif, hanya satu karya yang nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *