Chakpedia – Silverstone, Inggris – Kabar kurang menyenangkan datang dari dunia balap motor tanah air. Pembalap kebanggaan Indonesia, Mario Suryo Aji, harus mengakhiri balapan lebih cepat di seri Moto2 Silverstone 2025. Yup, Mario Aji gagal finish alias DNF (Did Not Finish) dalam balapan yang digelar pada Minggu (25/5).
Start Oke, Tapi…
Di awal balapan, Mario Aji sebenarnya tampil cukup kompetitif. Mengendarai motor andalannya dari Idemitsu Honda Team Asia, pembalap asal Magetan, Jawa Timur ini terlihat percaya diri meski cuaca Silverstone sedang tricky alias labil banget—kadang cerah, kadang mendung, bahkan sempat gerimis tipis.
Namun sayang seribu sayang, di pertengahan balapan, Mario tampak kehilangan grip di salah satu tikungan cepat. Belum ada info resmi apakah penyebabnya karena kendala teknis, ban kehilangan traksi, atau mungkin ada senggolan dengan rider lain. Yang pasti, bendera kuning sempat berkibar, menandai insiden yang bikin Mario harus menyudahi balapan lebih awal.
Mario Aji dan Musim 2025 yang Penuh Tantangan
Sejak awal musim, perjalanan Mario di kelas Moto2 memang nggak mudah. Beberapa kali ia harus bertarung melawan cuaca, setup motor, hingga persaingan ketat di grid. Tapi meskipun hasil belum konsisten, semangatnya nggak pernah luntur. Ia terus menunjukkan progress dari race ke race.
Di Silverstone kali ini, kegagalan finish tentu jadi pukulan, tapi juga jadi pelajaran penting untuk ke depannya. Moto2 bukan ajang yang gampang, apalagi buat rider muda dari Asia Tenggara. Tapi Mario sudah membuktikan bahwa dia punya skill dan tekad untuk bersaing di level dunia.
Dukungan Fans Tetap Mengalir
Meski belum bisa membawa pulang poin dari Silverstone, Mario tetap mendapat dukungan luar biasa dari fans Indonesia. Di media sosial, banyak netizen yang memberikan semangat dan mendoakan agar Mario bangkit di race selanjutnya.
“Semangat terus Mario! Masih banyak seri ke depan. Jangan menyerah!” tulis salah satu netizen di Instagram resmi @marioaji_.
Fokus ke Balapan Berikutnya
Moto2 musim ini masih panjang. Setelah Silverstone, seri selanjutnya akan digelar di Red Bull Ring, Austria. Track ini dikenal cepat dan menantang, tapi jadi kesempatan baru buat Mario menebus hasil kurang maksimal sebelumnya.
Mario sendiri belum memberikan pernyataan resmi soal insiden Silverstone, tapi besar kemungkinan ia dan tim akan melakukan evaluasi penuh agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Mario Aji gagal finish di Silverstone bukanlah akhir dari segalanya. Ini hanyalah bagian dari proses panjang seorang pembalap muda Indonesia yang sedang meniti karier di kancah dunia. Kita doakan semoga Mario tetap semangat, terus belajar, dan mampu meraih hasil terbaik di seri-seri selanjutnya.
Tetap dukung Mario Aji dan semoga bendera Merah Putih bisa kembali berkibar di podium Moto2!







