Hari Berkabung Kalimantan Barat, Mengenang Tragedi Mandor Penuh Duka

Peristiwa Mandor Hari berkabung Kalimantan Barat

Chakpedia  – Setiap tanggal 28 Juni, masyarakat Kalimantan Barat memperingati Hari Berkabung Daerah. Bukan sekadar seremonial tahunan, hari ini adalah momen penuh duka yang mengenang sebuah tragedi kelam dalam sejarah Kalbar Peristiwa Mandor. Peristiwa memilukan ini terjadi pada masa penjajahan Jepang antara tahun 1942 hingga 1945 dan menyisakan luka sejarah yang mendalam.

Luka Lama Bernama Tragedi Mandor

Pada masa pendudukan Jepang, ribuan tokoh penting di Kalimantan Barat raja-raja, bangsawan, tokoh adat, ulama, guru, bahkan rakyat biasa dibantai secara sistematis oleh tentara Jepang. Tujuan mereka jelas: membungkam suara rakyat Kalbar dan menghapus kekuatan lokal yang dianggap berpotensi melawan penjajahan.
Menurut catatan sejarah, korban dari tragedi ini diperkirakan mencapai lebih dari 21.000 jiwa. Salah satu lokasi paling mengenaskan adalah Mandor, sebuah kota kecil yang menjadi saksi bisu eksekusi massal tanpa perikemanusiaan.

Bacaan Lainnya

Makam Juang Mandor: Simbol Penderitaan dan Perjuangan

Untuk mengenang mereka yang gugur, dibangunlah Makam Juang Mandor di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi ziarah tahunan, tetapi juga menjadi monumen penderitaan dan kehormatan. Setiap tanggal 28 Juni, masyarakat bersama pemerintah daerah menggelar upacara di tempat ini. Tangis haru, doa, dan tabur bunga mengiringi peringatan sebagai bentuk penghormatan.

Kenapa 28 Juni Diperingati sebagai Hari Berkabung?

Tanggal ini dipilih karena merupakan waktu puncak dari aksi kekejaman Jepang di Kalimantan Barat. Tragedi ini bukan hanya tentang pembunuhan massal, tetapi juga tentang penghilangan satu generasi pemimpin daerah, yang hingga kini meninggalkan dampak serius terhadap perkembangan sosial dan budaya masyarakat Kalbar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan tanggal ini secara resmi melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2007, sebagai Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat.

Tradisi Peringatan Hari Berkabung Kalbar

Setiap tahun, berbagai kegiatan digelar sebagai bentuk penghormatan dan refleksi:

  • Pengibaran bendera setengah tiang di seluruh kantor pemerintahan.
  • Upacara dan ziarah ke Makam Juang Mandor.
  • Doa bersama di berbagai rumah ibadah.
  • Penyuluhan sejarah di sekolah-sekolah agar generasi muda tidak lupa akan sejarah kelam bangsanya.

Hari ini bukan hari libur biasa. Ini adalah hari duka bersama, hari untuk merenung, mengenang, dan memastikan bahwa tragedi semacam ini tidak akan pernah terjadi lagi.

Jangan Lupakan Sejarah

Banyak generasi muda yang belum sepenuhnya tahu tentang Peristiwa Mandor dan makna Hari Berkabung Kalimantan Barat. Padahal, ini adalah bagian penting dari identitas dan sejarah perjuangan rakyat Kalbar. Menyebarkan pengetahuan tentang hari ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga kita semua sebagai warga yang mencintai tanah kelahiran.

Dengan mengenang mereka yang telah gugur, kita belajar arti keberanian, keteguhan, dan cinta tanah air yang sesungguhnya.
Hari Berkabung Kalimantan Barat bukan hanya untuk berduka, tetapi juga untuk menghargai dan melanjutkan perjuangan.

Pos terkait